Nasib korban pesugihan


Ini kisah nyata yang terjadi di kota saya R, nama dan alamat sengaja saya samarkan demi kenyamanan hidup yang bersangkutan.

Sebut saja kartono, ia seorang pemuda umur sekitar 23 tahunan, keseharian nya sehari hari ia hanya sebagai kuli panggul di toko sembako di kota R, kerja dari jam 7 sampai petang tanpa mengenal lelah demi menghidupi keseharian nya,

Tempoe dahoeloe itu belum banyak yang kaya, hanya beberapa saja yang terlihat mapan, termasuk Ny.Suharti ini

Ny.Suharti ialah sang majikan kartono, berperawakan galak namun dingin, memiliki hampir 3 cabang toko kelontong di kota R, emas berkilauan menghiasi tubuhnya dari cincin sampai kalung bak seperti toko perhiasan yang berjalan,

Kartono baru bekerja sekitar 3 bulan lamanya, ia masuk dan bekerja di situ sebagai pengganti karyawan sebelumnya yang tak lain adalah tetangganya sendiri yang sebelumnya bekerja pada Ny.suharti sudah hampir 1 tahun,yang meninggal mendadak saat jam makan siang di toko kelontong Ny.suharti

Hari hari ia jalani sebagaimana mestinya karyawan kuli panggul, dari pagi sampai petang begitu seterusnya , hingga suatu hari....

Saat jam makan siang yang diberikan majikan nya , hari itu terasa berbeda dari yang biasanya, terasa mudah untuk membuat tersedak, sudah ia berkali kali minum air yang disodorkan teman teman nya untuk mengurangi rasa tersedak, bukan malah menghilangkan sedak, rasa tersedak makin menjadi jadi , hingga membuat panik teman teman nya





Kartono limbung dan pingsan, dibawalah ia ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan rasa sedak itu yang membuatnya pingsan, namun kenyataan berbeda, puskesmas menyatakan kartono sudah tak bernyawa, Innalillahi.....

Teman se-pekerja-nya heran , sekaligus masih belum bisa menerima kenyataan bahwa teman nya meninggal hanya karena tersedak, wallahu a'lam .. Allah maha kuasa mencabut nyawa dari mana saja, begitulah gumam salah satu teman nya nimbrung saat ikut melayat di rumah duka,
Kartono terbangun karena ditendang oleh sosok berperawakan tinggi besar dan hitam, ia di bentak oleh sosok yang belum pernah ia kenal sebelumnya apalagi tau namanya,

"Bangun..!!" ikut saya......!!! "begitu bentakan nya sampil menyeret kaki kartono entah di mana, tempat yang belum pernah ia tau sebelumnya, tidak ada pepohonan, semua serba warna kemerahan.

"Apakah ini di akhirat ? " ia bertanya dalam hati, ingin sekali ia tanyakan kepada sosok yang menyeretnya namun ia urungkan sebab ia tak berani menatap muka nya yang seram dan kejam,

Selama perjalanan ia melihat beberapa orang jenis manusia lalu lalang dengan tampang lelah, seperti ada yang bekerja entah memikul sesuatu, adapula yang menjadi penarik kereta , ada yang selalu mengepel lantai, ada juga yang bertugas tiduran di depan wc hanya untuk menjadi keset, ada pula segerombolan manusia yang di cambuk'i sampai berdarah darah, ada pula beberapa wanita telanjang yang tugasnya melayani nafsu para iblis / setan
Kartono mendapat tugas sebagai pembersih wc ( jamban/toilet ) , jamban yang bentuknya aneh, belum pernah ia melihat jamban begitu besarnya, ia kerja dari pagi sampai malam, makan cuma satu kali itupun kartono nggak pernah mau memakan nya , karena yang dilihatnya bukan nasi tapi belatung , namun orang orang yang ada di situ lahap saja memakan nya

ia baru nggeh dan sadar ternyata selama ini ia dijadikan tumbal oleh majikan nya yang tak lain adalah ny.suharti sendiri yang sampai tega mengorbankan karyawan nya demi kekayaan di dunia

7 hari sudah ia bekerja disitu , semua orang yang kerja di situ diam dan membisu , tidak ada yang mengobrol apalagi tanya ini itu, tak di nyana ia melihat tentangga nya yang dinyatakan meninggal sebelumnya , hampir hampir tak percaya ia melihatnya, seseorang yang ia kenal akrab , sama sama karyawan nya Ny. suharti. tetangganya itu bekerja menjadi penjaga pintu, ingin sekali kartono menyapanya namun apa daya , ia selalu di awasi oleh sosok besar yang siap kapan saja mencambuk tanpa ampun.

Kartono lalu teringat bahwa ia bisa membaca ayat kursiy, itu adalah hafalan satu satunya yang ia bisa, yang ia dapat saat mengaji waktu kecil dulu,

Dibacalah ayat kursiy itu , lalu blam...! secercah warna putih menyilaukan ruangan....

Kartono terbangun , melihat sekeliling pepohonan yang rimbun, ia sadar telah berpindah alam, puja dan puji syukur ia lantunkan kepada Allah yang telah menyelamatkan hidupnya dari cengkraman perbudakan iblis atau setan tersebut

Bergegaslah kartono kembali pulang kerumah dengan pakaian compang camping pun tubuh kurus seperti keadaan orang yang terjajah kompeni,

------------------------

Sampai di rumah...

-------------------------

Satu desa langsung heboh, ramai sekali banyak orang baik tetangga maupun dari desa sebelah berbondong bondong mendengarkan cerita apa yang dialami kartono, banyak yang percaya tak sedikit yang bingung,

Lalu salah seorang warga menuturkan untuk mencoba menggali makam kartono yang dulu ia dikebumikan di ikuti persetujuan kepala desa dan ustadz setempat

Makam di gali...

MasyaAllah...! Allahu Akbar..! orang orang bertakbir di sertai tangisan beberapa orang yang hampir hampir tak percaya yang ia lihat dilobang kuburan yang di gali adalah PELEPAH PISANG ( batang pohon pisang )

---------------------------

Kediaman Ny suharti di geruduk warga , cacian dan makian terlontar begitu derasnya menghiasi suasana saat itu, terasa tegang sekali, dengan pengawalan ketat kepolisan dan aparat desa setempat wajah Ny. suharti yang biasanya terlihat sangar mendadak menjadi wajah ketakutan, di kawal dan di giring ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya

---------------------------

Menurut kabar yang santer beredar, selang 1 bulan kemudian Ny suharti meninggal mendadak di lapas , menurut keterangan saksi satu tahanan dengan nya sebelumnya ny. suharti mendadak tersedak lalu meninggal, entah meninggal sungguhan atau di bawa ke alam lain seperti tumbalnya yang lain, wallahu a'lam.

---------------------------

Boleh percaya boleh tidak, saya cuma sebagai penyambung lidah cerita. :)
Dan buat anda2 yg melakukan pesugihan dgn mengorbankan anak/sodara anda,apa anda tdk kasihan?
Cerita di atas nyata dan pernah pula termuat di tabloit NYATA, majalah HIDAYAH,

Postingan Populer